Skip to content
SSFARI

Open to work

Medan,

Pentagon Rencanakan Pengembangan Detektor Kebohongan Berbasis AI

1 min read
0

Menerjemahkan…

Departemen Pertahanan AS mengajukan anggaran sebesar $30,3 juta untuk mengembangkan Polygraph+, sebuah sistem deteksi kebohongan generasi baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan machine learning.

Investasi dalam Teknologi Polygraph+

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Pertahanan (Pentagon) telah mengajukan permintaan anggaran sebesar $30,3 juta untuk periode lima tahun ke depan. Dana ini dialokasikan untuk pengembangan bentuk detektor kebohongan yang lebih canggih, yang dikenal dengan nama program Polygraph+ atau Polygraph Next.

Pemanfaatan AI dan Machine Learning

Fokus utama dari program Polygraph+ adalah pengembangan algoritma penilaian yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam menganalisis data selama proses deteksi kebohongan.

Inovasi Standoff Sensing

Selain penggunaan AI, program ini juga akan mengeksplorasi teknik yang disebut sebagai 'standoff sensing'. Teknik ini memungkinkan pemantauan atau pengambilan data dari jarak jauh, memberikan dimensi baru dalam cara deteksi kebohongan dilakukan dibandingkan dengan metode poligraf tradisional.

Poin Penting

  • Pentagon mengajukan anggaran $30,3 juta untuk program Polygraph+ selama lima tahun.
  • Sistem ini akan menggunakan algoritma AI dan machine learning untuk penilaian.
  • Pengembangan mencakup teknik 'standoff sensing' untuk deteksi jarak jauh.
  • Tujuan utama program adalah menciptakan versi detektor kebohongan yang lebih ditingkatkan.

Sumber: https://www.technologyreview.com/2026/09/25/1145144/pentagon-ai-lie-detector/

Note: This article is a summary based on actual materials.

Share this article:

Published on

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Artikel terkait